Dengarkan bisikkanku ini
Aku selalu mengeluh
Tidak terlepas aku mengeluh
Mengeluh saat aku letih
Aku mengeluh saat aku lelah
Aku mengeluh saat aku bergaduh
Kalau dikira banyaknya gugur bunga di musim luruh
Mungkin tidak sebanyak itu
Kalau dikira buih di lautan
Mana mungkin seperti itu
Itu terlalu berlebihan
Namun tetap saja tidak terhitung keluhanku
Sama
Sama seperti kamu
Saat aku berteduh saat kehujanan kegembiraan
Aku tidak basah kerana besarnya kelam dan redupnya hatimu
Di mana kuntuman senyumanmu
Apa kau sedang menanti
Menanti langit pecah runtuh menuangkan warna-warnanya supaya mampu kau melintas langit
Menanti saat patahnya ranting lalu menjatuhkan buahnya yang ranum
Atau menanti kehampaan dibawa waktu dan waktu memakan usiamu
Mengapa tidak kau percaya kau mampu mencecah langit menerobos ke luar angkasa
Yakinilah dirimu
Aku berharap kau menemui jalan pulang kepada masa depanmu sebelum aku
Jika tidak seperti helang
Raja di udara
Jadilah pipit
Walaupun kecil namun masih mampu bebas
Terbang menerokai dunia mencari ranting untuk sarangnya
Malahan mampu ke kutub utara demi mencari ranting ranting kehidupan demi kelangsungan
Mengapa tiada keyakinanmu
Dengarkanlah
Jika keluhanmu datang
Katakannya pada selembar kertas
Lipat
Tanam sedalam yang kamu mampu
Simpan hati-hati
Jika terjadi lagi lakukan hal yang sama dengan seberapa banyak keluhanmu
Lalu jika terjadi lagi
Angkat tangan kirimu sehingga hitunganmu dalam berapa lama kehidupanmu telah kau lanjutkan
Angkat tangan kananmu sehingga kiraanmu dalam berapa lamakah kau di akhirat nanti
Selesai mampu kau hitung
Turunkan
Mampukah kau
Di sini kita satu kepala
Mari kita berpimpin tangan melewati liku kehidupan
Tinggalkan keluhan di bawah bantalmu
Untuk kau jadikannya lagu yang mendodoikanmu
Agar tiada lagi mimpi buruk dalam tidurmu kerana telah kau rasa sebentar tadi
Tetapkan nekad
Tetapkan azam
Aku mampu menjangkau angkasa
Kau mampu selami dasar lautan
Mari sahabatku
NUKILAN
A.M.Z ANDIKA SURIADI