Lembut suara itu hadir menyapa bagai berbisik
" Masanya kian tiba "
Jadi apa yang harus aku lakukan
Sedih
Kecewa
Menangis
Tidak
Aku telah mati lebih awal dari itu
Rokok ku ambil lalu aku letakkan di dada
"Kenapa tidak mampu terbakar dengan api kemarahanku ? "
Aku gila
Asap yang selalunya berkepul-kepul aku hembuskan kini berganti menjadi kepulan penyesalan
Ku menghadap sisi aku di hadapan cermin
Mengapa perutku membuncit
Agaknya tertelan derita sengsara
Aku mati tertikam rindu
Aku mati terhunus perpisahan
Aku tampal bedak di wajahku seakan wanita
Ku lindungi sungai airmata yang mengalir
Aku berjalan di anjung benak fikiranmu
Aku terjatuh
Tersandung kemarahanmu
Aku intai dari kelam
Lalu aku masuk menerobos ke pelosok hatimu
Aku buntu
Aku hilang arah
Aku tersesat
Aku meraba mencari di manakah penghujungnya
Berbekalkan cahaya pohon maaf
Aku berharap aku temui hujung kebencianmu padaku
Aku tersalah langkah
Aku telah mati di dalam hatimu
NUKILAN
A.M.Z. ANDIKA SURIADI
Tiada ulasan:
Catat Ulasan