Di dalam benak
hati
Menari-nari riang perasaan memberitahu ia suka
Namun tanpa disedari ia terjatuh terkehel
dan patah
Patah , musnah , dan hancur berkecai segala
mimpi indah
Di saat benar ia ingin menyentuh kepuasan
baginya
Hanya redha , tawakal dan ikhlas menahan derita
Kita merancang tapi tuhan menentukan
Hilang punca ia berpaut
Mengapa boleh mereka yang lain mendapatkannya
Mengapa tidak dia
Mengapa
Mengapa
Sedangkan si tua renta itu
Masih mampu memegang kertas
Kertas yang digelar manusia sebagai UKURAN ILMU
YANG DIMILIKI
Mengapa tidak dia
Sekarang ia sedar
Ia tahu kenyataannya
Badai lautan masa silamnya
Menjadi gelombang masa depannya
Nukilan
A.M.Z ANDIKA SURIADI
Tiada ulasan:
Catat Ulasan